Skip to main content

Posts

Bahasa Rejang

Bahasa Rejang Pertama, kita harus tahu apa itu Rejang? Yups, Rejang adalah salah satu suku yang terdapat di Provinsi Bengkulu. Suku-suku Rejang tersebar dibeberapa tempat, seperti kepahiang (Rejang Kepahiang), curup, (Rejang Musi), lais (Rejang Pesisir) Bengkulu tengah, dan taba penanjung (Rejang Empat Lawang) serta Lebong (Rejang Lebong). Beberapa suku tersebut memiliki perbedaan Dialek dan Istilah tertentu. Bahasa rejang memiliki akasara sendiri yaitu Ka Ga Nga. Dalam pengucapannya bahasa Rejang harus berpacu pada tulisan sehingga dapat dibaca dengan baik. Contoh : Mang(g)a, jun(j)ung;Tanda kurung mengisyaratkan bahwa huruf tersebut hampir tidak terbaca namun tetap dibaca; , Keme;huruf e disimbolkan dengan lambang petik atas maka dibaca e seperti re dalam kata me-re-ka, jika e tanpa lambang petik di atasnya maka dibaca seperti me pada kata me-re-ka; Ten-gik dan tengik; tanda strip(-) berguna menuntun pengucapan dari kata yang memiliki arti berbeda. Untuk nada baca dari bahasa reja...

Aku

Aku Adalah budak yang terus diperbudak Oleh kecanggihan zaman Kemegahan dan gemerlapnya kehidupan Menjadi robot pun kuiimpikan Tapi kau harus tau.... Aku suka menjadi budak! Ambigu, adalah tanya.. Nyata, hanya aku bisa menjawab... 24-10-2012 SemangArt

Lemea

Lemea Begitu khas aromamu Dari bambu yang baru tumbuh Memberikan kelembutan Mengisahkan kasih yang terus membayang Bersama irisan ikan putih Tercampur dalam satu irama Membaitkan rasa luar biasa Tak mungkin untuk dilupa Pedas dan gurihmu Tumbuh kelezatan disetiap kunyahan Dinikmati bersama keluarga Adalah lemea yang penuh rasa 22-10-2016

Aku Temanmu

Aku Temanmu Ingatkah waktu kita dahulu saling merangkul bahu? Menceritakan keluh kesah dan rasa Hitam kelam kelabu merona merah jambu Hentakkan kaki seperti detik berputar Tak tampak sedikitpun ujung jalan penantian Alas kaki menjadi saksi bisu Kini berdebu dan usang termakan waktu Tawa lepas dan gigi kuningmu menyilu pilu Membuang semua malu dan kaku Keringat yang mulai menguapkan bau menyengat Selalu terhirup tanpa risau Menikmati itu tanpa ragu Engkaulah teman seperjuanganku Tetaplah berdiri usah engkau kalut padaku Yang kumuh dan bau Aku temanmu. Imaji, 20161018

Fasa

Fasa Menjalani hari dengan penuh warna Canda tawa untuk bahagia Tegur sapa untuk bersama Semangat dalam berfasa Menaklukan hari dengan penuh logika Tinta pena untuk menganalisa Kertas putih untuk berkarya Berusaha dalam berfasa Menikmati hari dengan penuh makna Melangkah jauh untuk dunia Menatap fokus untuk jiwa Bersyukur dalam berfasa 17-10-2016, Fasa Apa Entah?

Permata Buta

Permata Buta Dunia itu tak seindah permata Kala asinnya laut hanya rasa Hujan membanjiri kota Angin menghancurkan rumah Dan matahari membakar jiwa Uang itu bukanlah dewa Kala ladang menjadi surga Air mengalir melimpah ruah Ramah tama terhias menghias wajah Menyambut pagi matahari buta Menanti senja menghangatkan raga Mengikis jiwa untuk bergelora Demi bangsa dan negara Abdimu sungguh luar biasa Semangatmu tak pernah patah Matamu tak terlihat lelah Selalu berkarya untuk Indonesia Bengkulu, 15-10-2016

Aku yang Berjuang

Aku yang Berjuang Kali ini aku kembali tersadarkan Bahwa Tuhan yang menciptakan "Kelebihan dan kekurangan" Dalam berjuang untuk bertahan Kelebihan tak perlulah dibanggakan Kekurangan pun tak patut dikhawatirkan Petik saja rangkaian bintang dan Tebarkan di keheningan malam Kali ini aku kembali tersadarkan Tuhan juga yang menciptakan "Kebahagiaan dan kesedihan" Dalam perjuangan yang cukup melelahkan Kebahagiaan bukan sebuah kepuasan Kesedihan pun bukanlah satu penyesalan Melirik saja disekitarmu dan Tebarkan senyum keikhlasan SemangART Cakrawala, 13-10-2016