Orang tua yang tak muda lagi diberi kesengsaraan dengan tingkah sendiri. Hilang sudah martabat diri dengan tingkah seperti banci. Hancur semua keluarga, termasuk aku yang busuk dimatanya. Ikan memanjat, monyet menyelam, entah apa itu tapi sebuah kenyataan kelam. Ketika aku butuh supporter terbaik, ternyata masih aja ada celah untuk menyudutkanku. Sudahlah aku pasrah Tuhan.
Bukan lagi tentang memahami Bukan lagi tentang peduli Tetapi, cobalah mengakses diri Bukan hanya bisa memancing Api Sudahlah membara Membakar diri pula Mengapa semua harus disesali Padahal Tuhan sudah memberi notifikasi Tinggalah tangis yang menyelimuti diri
Comments
Post a Comment